Salah satu keluhan paling umum yang saya dengar dari rekan-rekan ASN perencana adalah: "Tahu sistematikanya, tapi bingung mulai dari mana." Membuka dokumen kosong dan menatap kursor yang berkedip ternyata jauh lebih melelahkan daripada mengisi dokumen yang sudah punya kerangka. Karena itu, saya menyusun 9 template dokumen perencanaan daerah — mencakup Renstra, Renja, dan SAKIP — yang bisa diunduh gratis di halaman Template.

Tapi template hanyalah kerangka. Nilainya baru terasa kalau Anda tahu cara mengisinya dengan benar — bagian mana yang wajib diubah, bagian mana yang berupa contoh, dan bagaimana menyambungkannya dengan dokumen lain yang sudah ada (Renstra ke Renja, Renja ke RKA, Perjanjian Kinerja ke LKjIP). Artikel ini membahas itu semua, template demi template.

Format File
Seluruh template tersedia dalam format Word (.doc) atau Excel (.xls) berbasis HTML — bisa langsung dibuka dan diedit di Microsoft Word/Excel, Google Docs/Sheets, maupun LibreOffice tanpa perlu instalasi tambahan apa pun.

Cara Mengunduh dan Membuka Template

Sebelum masuk ke pembahasan tiap dokumen, ikuti tiga langkah dasar berikut agar template terbuka rapi di komputer Anda:

1

Buka halaman Template dan klik "Unduh Template"

Kunjungi andriwulandika.pages.dev/template.html, gunakan filter (Renstra/Renja/SAKIP) untuk mempersempit pilihan, lalu klik tombol ⬇ Unduh Template pada kartu yang Anda butuhkan. File akan otomatis terunduh ke folder Downloads perangkat Anda.

2

Buka file dengan Word atau Excel

File berekstensi .doc dibuka dengan Microsoft Word (atau Google Docs via menu "Buka dengan"), sedangkan .xls dibuka dengan Microsoft Excel atau Google Sheets. Saat membuka, aplikasi mungkin menampilkan peringatan format — pilih "Ya/Yes, buka tetap", ini normal karena file ditulis dalam format HTML yang kompatibel dengan Office.

3

Simpan ulang dalam format native (.docx / .xlsx)

Setelah terbuka, langsung gunakan menu File → Simpan Sebagai (Save As) dan pilih format .docx atau .xlsx. Ini membuat file lebih ringan, mudah diedit lebih lanjut, dan kompatibel penuh dengan SIPD-RI maupun sistem pelaporan internal OPD Anda.

4

Ganti seluruh teks placeholder berwarna biru

Setiap template memuat teks contoh dalam tanda kurung siku dan berwarna biru, misalnya [NAMA OPD] atau [20XX]. Gunakan fitur Cari & Ganti (Ctrl+H / Cmd+H) untuk mengganti placeholder yang berulang — misalnya ganti semua [NAMA OPD] sekaligus dengan "Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara" — agar pengisian lebih cepat dan konsisten.

Tips
Setiap template juga mencantumkan catatan pengisian dan rujukan regulasi di bagian bawah dokumen — jangan dihapus sampai pengisian selesai, karena bagian ini membantu Anda memverifikasi bahwa setiap bagian sudah lengkap dan sesuai aturan sebelum dokumen diajukan untuk direviu.

Kelompok Renstra: 3 Template

Kelompok ini digunakan saat OPD menyusun atau mengevaluasi Rencana Strategis (Renstra) — dokumen perencanaan lima tahunan yang menjadi induk dari seluruh Renja tahunan. Berdasarkan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan disesuaikan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025.

1. Template Renstra OPD 2025–2029

📋 Template Renstra OPD 2025–2029WORD (.doc)
Berdasarkan Permendagri 86/2017 & Inmendagri 2/2025 — sistematika 8 bab lengkap

Dokumen utama Renstra, dari Kata Pengantar hingga Bab VIII Penutup. Cara mengisinya secara berurutan:

  • Bab I Pendahuluan — isi latar belakang dan landasan hukum sesuai daerah Anda; cantumkan nomor Perda RPJMD dan Perkada pembentukan OPD yang berlaku.
  • Bab II Gambaran Pelayanan OPD — masukkan data riil tugas/fungsi (salin dari Perkada SOTK), jumlah pegawai, dan tabel capaian kinerja periode Renstra sebelumnya. Data ini biasanya sudah ada di LKjIP tahun-tahun lalu — tinggal direkap.
  • Bab III Isu Strategis — rumuskan berdasarkan hasil telaahan terhadap visi-misi kepala daerah terpilih dan permasalahan riil OPD. Tabel isu strategis di akhir sub-bab membantu menyusun prioritas.
  • Bab IV–V Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Arah Kebijakan — pastikan setiap tujuan memiliki indikator dan target lima tahun yang selaras dengan sasaran RPJMD (cascading ke atas) dan tugas pokok OPD.
  • Bab VI Program dan Pendanaan — gunakan kode dan nomenklatur program sesuai Kepmendagri 050-5889/2021, jangan mengarang nama program sendiri.
  • Bab VII Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan — sebutkan kode dan nama urusan yang menjadi kewenangan OPD Anda (misalnya 1.01 Pendidikan, 5.01 Perencanaan).

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

Percepat dengan AI
Setelah kerangka terisi, buka SiGenDok — masukkan data identitas OPD dan visi-misi kepala daerah, lalu biarkan AI menyusun draf narasi Bab II–VII secara otomatis. Anda tinggal menyalin hasilnya ke template dan menyesuaikan detail teknis.

2. Matriks Tujuan & Sasaran Renstra

📊 Matriks Tujuan & Sasaran RenstraEXCEL (.xls)
Berdasarkan Permendagri 86/2017 — spreadsheet pendamping Bab IV Renstra

Spreadsheet ini melengkapi Bab IV pada Template Renstra di atas. Isi kolom Tujuan → Indikator Tujuan → Target Akhir, lalu Sasaran → Indikator Sasaran → Target Tahun ke-1 s.d. ke-5. Pastikan target tahunan disusun progresif menuju target akhir — misalnya jika target akhir adalah 90%, jangan langsung melompat dari 60% ke 90% di tahun kedua. Setelah final, salin tabelnya ke dokumen Renstra Bab IV agar kedua dokumen konsisten.

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

3. Template Review Renstra Triwulanan

🔍 Template Review Renstra TriwulananWORD (.doc)
Berdasarkan Permendagri 86/2017 — laporan monitoring & evaluasi berkala

Gunakan template ini setiap akhir triwulan untuk memantau apakah pelaksanaan program OPD masih sejalan dengan target Renstra. Bagian inti yang wajib diisi setiap periode adalah Bagian III (Matriks Capaian Indikator) dan Bagian IV (Realisasi Anggaran) — bandingkan target tahunan dengan realisasi sampai dengan triwulan berjalan, lalu tentukan kategori capaian (lihat skala kategori yang tercantum di bawah tabel). Bagian V dan VI (Permasalahan dan Rencana Tindak Lanjut) adalah bagian yang paling sering diabaikan padahal paling penting — di sinilah Anda menunjukkan bahwa OPD benar-benar mengendalikan pelaksanaan rencana, bukan sekadar melaporkan angka.

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

Kelompok Renja: 3 Template

Kelompok ini untuk dokumen tahunan — penjabaran dari Renstra ke dalam program dan kegiatan satu tahun anggaran, berdasarkan Permendagri Nomor 81 Tahun 2022 dan Inmendagri Nomor 2 Tahun 2025.

4. Template Renja OPD 2025

📝 Template Renja OPD 2025WORD (.doc)
Berdasarkan Permendagri 81/2022 — sistematika 5 bab lengkap

Urutan pengisian yang paling efisien tidak selalu mengikuti urutan bab. Berikut urutan yang saya sarankan:

  1. Mulai dari Bab II (Evaluasi Renja Tahun Lalu) — salin tabel capaian dari LKjIP/laporan evaluasi semester tahun sebelumnya. Bagian ini menjadi dasar untuk merumuskan isu strategis dan kebutuhan program tahun rencana.
  2. Lanjutkan ke Bab III (Tujuan dan Sasaran) — turunkan langsung dari sasaran tahunan dalam Renstra OPD; jangan merumuskan sasaran baru yang tidak ada dalam Renstra.
  3. Isi Bab IV (Rencana Kerja dan Pendanaan) — bagian paling teknis dan memakan waktu. Gunakan kode dan nomenklatur sesuai Kepmendagri 050-5889/2021, dan pastikan pagu indikatif realistis terhadap kemampuan keuangan daerah (cek rancangan awal RKPD/PPAS).
  4. Terakhir, lengkapi Bab I (Pendahuluan) dan Bab V (Penutup) — kedua bab ini lebih mudah ditulis setelah isi utama (Bab II–IV) selesai, karena keduanya merangkum apa yang sudah Anda susun.

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

Percepat dengan AI
SiRENJA dapat membantu menyusun struktur program-kegiatan-sub kegiatan beserta indikator dan menulis narasi Bab I, II, dan V secara otomatis — cukup isi identitas OPD, urusan pemerintahan, dan ringkasan evaluasi tahun lalu di wizard 5 langkahnya.

5. Template Renja Perubahan

🔄 Template Renja PerubahanWORD (.doc)
Berdasarkan Permendagri 81/2022 — dipakai saat terjadi perubahan RKPD/refocusing di tengah tahun

Template ini bukan pengganti Renja pokok — ia hanya mendokumentasikan selisih antara rencana semula dan rencana setelah perubahan. Fokus pengisian ada di Bagian III (Matriks Perubahan): isi kolom "Semula" dengan data dari Renja pokok yang sudah ditetapkan, kolom "Menjadi" dengan rencana baru, dan jangan lewatkan kolom Justifikasi Perubahan — inilah bagian yang paling sering ditanyakan saat reviu, karena tim verifikator perlu memahami alasan logis di balik setiap pergeseran anggaran atau target.

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

6. Matriks Program Kegiatan Sub Kegiatan

📑 Matriks Program Kegiatan Sub KegiatanEXCEL (.xls)
Berdasarkan Kepmendagri 050-5889/2021 — spreadsheet pendamping Bab IV Renja / input SIPD-RI

Spreadsheet ini menyusun struktur berjenjang Urusan → Program → Kegiatan → Sub Kegiatan sesuai kode dan nomenklatur baku. Cara memakainya: salin baris "Program" sesuai jumlah program OPD Anda, lalu di bawah masing-masing salin baris "Kegiatan" dan "Sub Kegiatan". Pastikan setiap sub kegiatan memiliki indikator output yang terukur dan selaras dengan indikator kegiatan dan program di atasnya (cascading vertikal) — inilah struktur yang nantinya langsung dapat Anda salin ke kolom input SIPD-RI tanpa perlu menyusun ulang dari nol.

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

Kelompok SAKIP: 3 Template

Kelompok ini untuk dokumen akuntabilitas kinerja — Perjanjian Kinerja, LKjIP, dan cascading indikator — berdasarkan PermenPANRB Nomor 53 Tahun 2014, Nomor 88 Tahun 2021, dan Nomor 6 Tahun 2022.

7. Template Perjanjian Kinerja (PK) Eselon II–IV

🤝 Template Perjanjian Kinerja Eselon II–IVWORD (.doc)
Berdasarkan PermenPANRB 53/2014 — 3 bagian PK berjenjang dalam satu file

Template ini memuat tiga PK sekaligus yang harus disusun secara berurutan dan saling terhubung (cascading), bukan terpisah:

  • Bagian A — PK Eselon II (Kepala OPD) diisi lebih dulu, memuat sasaran strategis dan IKU OPD dari dokumen Renstra/Perjanjian Kinerja tahun berjalan, ditandatangani bersama Bupati/Wali Kota/Gubernur.
  • Bagian B — PK Eselon III (Kepala Bidang) baru disusun setelah Bagian A final — setiap sasaran dan Indikator Kinerja Individu (IKI) Kepala Bidang harus secara eksplisit "mendukung" salah satu sasaran/IKU pada Bagian A. Sebutkan keterhubungannya secara langsung di kolom yang tersedia.
  • Bagian C — PK Eselon IV (Kepala Sub Bidang/Seksi) mengikuti pola yang sama — IKI level ini harus mendukung IKI Eselon III di atasnya. Inilah inti dari prinsip cascading yang dinilai dalam evaluasi SAKIP: setiap level kinerja punya benang merah yang jelas ke level di atasnya.

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

Percepat dengan AI
SiKTOR membantu menyusun cascading target kinerja dari Eselon II hingga staf pelaksana secara otomatis berdasarkan data Renstra dan PK yang sudah Anda miliki — cocok dipakai bersamaan dengan template ini untuk memastikan keterhubungan antar level benar-benar konsisten.

8. Template LKjIP OPD

📄 Template LKjIP OPDWORD (.doc)
Berdasarkan PermenPANRB 53/2014 & 88/2021 — sistematika 4 bab + ikhtisar eksekutif + lampiran

LKjIP adalah laporan pertanggungjawaban atas Perjanjian Kinerja yang sudah ditandatangani — jadi urutan pengisian paling logis adalah:

  1. Bab II (Perencanaan Kinerja) — salin langsung sasaran, IKU, dan target dari dokumen Perjanjian Kinerja tahun pelaporan (Bagian A pada template PK).
  2. Bab III (Akuntabilitas Kinerja) — bagian terpenting dan paling banyak dinilai. Isi tabel capaian (target vs realisasi vs persentase vs kategori), lalu — yang sering terlewat — tulis analisis penyebab keberhasilan/kegagalan dan analisis efisiensi anggaran secara naratif, bukan sekadar menyalin angka. Inilah bagian yang membedakan LKjIP nilai BB ke atas dengan yang stuck di B atau CC.
  3. Bab I (Pendahuluan) dan Bab IV (Penutup) — tulis belakangan, karena keduanya merangkum isi Bab II dan III yang sudah selesai.
  4. Ikhtisar Eksekutif — selalu ditulis paling akhir, berisi ringkasan satu-dua halaman dari keseluruhan laporan.

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

Percepat dengan AI
SiLKjIP dirancang khusus untuk membantu menyusun analisis capaian, identifikasi penyebab keberhasilan/kegagalan, dan narasi Bab III secara otomatis — bagian yang biasanya paling menyita waktu dalam penyusunan LKjIP.

9. Matriks Cascading IKU/IKD/IKK

🎯 Matriks Cascading IKU/IKD/IKKEXCEL (.xls)
Berdasarkan PermenPANRB 6/2022 — penurunan indikator berjenjang dari Pemda hingga individu ASN

Spreadsheet ini menggambarkan keterhubungan indikator dari level Pemda (IKD) → OPD/Eselon II (IKU) → Bidang/Eselon III (IKI) → Sub Bidang/Eselon IV (IKI) → Individu/ASN (SKP). Cara mengisi yang benar adalah top-down: tentukan dulu IKD yang relevan dengan urusan OPD Anda, lalu turunkan IKU yang mendukungnya, lalu IKI Eselon III yang mendukung IKU tersebut, dan seterusnya hingga ke level individu. Kolom paling kanan ("Indikator Induk yang Didukung") wajib diisi pada setiap baris — inilah yang membuktikan bahwa cascading benar-benar terhubung, bukan daftar indikator yang berdiri sendiri-sendiri. Hasil akhirnya menjadi dasar penyusunan SKP individu ASN sesuai PermenPANRB 6/2022.

⬇ Unduh template ini di halaman Template →

Tips Praktis Supaya Template Cepat Jadi Dokumen Final

1

Isi dokumen "induk" lebih dulu

Urutan yang benar adalah Renstra → Renja → Perjanjian Kinerja → LKjIP. Mengisi Renja sebelum Renstra selesai akan membuat Anda bolak-balik merevisi karena sasaran dan indikatornya belum punya acuan yang jelas.

2

Satu sumber data, banyak dokumen

Siapkan satu spreadsheet "data master" berisi nama OPD, daftar pejabat beserta NIP dan jabatan, daftar program-kegiatan-sub kegiatan, dan daftar indikator kinerja. Salin dari sana ke setiap template — ini mencegah inkonsistensi data antar dokumen yang sering jadi temuan saat reviu.

3

Verifikasi nomenklatur sebelum menyalin ke SIPD-RI

Sebelum menyalin kode dan nama program/kegiatan/sub kegiatan dari matriks Excel ke SIPD-RI, cocokkan sekali lagi dengan Kepmendagri 050-5889/2021 — kesalahan kode di tahap ini adalah penyebab paling umum dokumen ditolak sistem.

4

Manfaatkan AI Tools untuk bagian naratif, bukan bagian angka

AI Tools (SiGenDok, SiRENJA, SiLKjIP, SiKTOR) paling efektif dipakai untuk menulis narasi — latar belakang, analisis, kesimpulan. Untuk bagian berisi angka (target, pagu, realisasi), tetap masukkan data riil dari sumber resmi OPD Anda, lalu minta AI menyusun narasi berdasarkan angka tersebut.

Perhatian
Template ini adalah kerangka umum yang dapat diberlakukan untuk sebagian besar OPD di Indonesia. Beberapa daerah memiliki ketentuan tambahan dalam Peraturan Kepala Daerah atau petunjuk teknis Bappeda setempat — selalu cek apakah ada format baku tambahan yang wajib diikuti di daerah Anda sebelum dokumen difinalisasi.

Penutup

Template tidak menggantikan pemahaman Anda terhadap regulasi — ia hanya menghemat waktu yang biasanya habis untuk menyusun kerangka dari nol. Pemahaman tetap diperlukan untuk mengisi setiap bagian dengan substansi yang benar dan relevan dengan kondisi OPD Anda.

Jika setelah mencoba template ini Anda masih menemukan kesulitan — baik soal substansi regulasi, sinkronisasi antar dokumen, atau persiapan input ke SIPD-RI — silakan hubungi saya melalui halaman kontak. Saya membuka sesi konsultasi terbatas untuk OPD se-Aceh Tenggara dan sekitarnya, serta pendampingan jarak jauh melalui WhatsApp.